My Sites

This site is under construction.. :)

Create Your Badge

2 Mar 2013

Cara Mengubah Cerita Menjadi Naskah Drama


Kamu dapat menyusun naskah drama berdasarkan cerita. Kamu dapat mencari ide cerita, kemudian mengubahnya menjadi bentuk naskah drama. Di samping itu, kamu dapat mengubah cerita menjadi naskah drama. Baiklah kita simak Langkah-Langkah Mengubah Cerita Menjadi Naskah Drama :
 
1. Membaca dengan saksama cerita yang akan diubah menjadi naskah drama. Hal-hal yang harus kamu 
    temukan saat membaca cerita sebagai berikut.

    a. Latar cerita (latar waktu, latar tempat, atau latar suasana); Latar yang kamu temukan akan diubah 
        menjadi setting dalam naskah drama yang kamu buat.
    b. Tokoh-tokoh dan perwatakannya
        Tokoh-tokoh yang kamu temukan dalam cerita akan menjadi pelaku dalam naskah drama.
        Contoh:
        Tokoh Martini : Wanita setengah baya, seorang ibu rumah tangga, emosional, rendah diri, dan sangat 
        mencintai suami serta anak-anaknya
    c. Teknik menentukan karakter tokoh dalam cerita
        Pelukisan tokoh-tokoh cerita dapat dibedakan menjadi dua teknik, yaitu teknik analitik dan teknik 
        dramatik.
        1) Teknik analitik/secara langsung
            Teknik analitik menggambarkan watak/karakter tokoh secara langsung dengan menyebutkan sifat, 
            watak, tingkah laku, dan ciri fisik tokoh.
        2) Teknik dramatik
            Teknik dramatik tidak menggambarkan karakter tokoh secara langsung,  menulis naskah drama 
            berdasarkan kaidah penulisan naskah drama. Sebelumnya, kamu dapat berlatih mengubah cerpen  
            menjadi naskah drama.

            Karakter tokoh digambarkan sebagai berikut.
            a)  Percakapan sang tokoh atau tokoh lain.
            b)  Tingkah laku atau perbuatan tokoh yang mencerminkan sifat.
            c)  Pikiran sang tokoh atau tokoh lain.
            d)  Tempat atau lingkungan sang tokoh.
2. Mencatat dialog/percakapan yang terdapat dalam cerita.
    Contoh:
    . . . .
    ”Maaf, saya sangat menyesal. Lampu itu terjatuh sendiri ketika saya senam pagi . . . .”
    Kalimatnya terpotong. Kemudian ia menghambur ke kamar. Ia menunggu suaminya masuk ke kamar.
    ”Saya menyesal,” kata Martini lagi, mencoba menekan perasaanya sampai wajahnya basah bergetar  
    menahan gejolak. Sesaat keheningan melayang sangat tajam. Kemudian terdengar suara Suseno yang 
    dingin penuh kepercayaan. ”Peristiwa ini tidak usah diributkan, bukan?”
     . . . .
3. Mengubah dialog/percakapan yang terdapat dalam cerpen menjadi dialog/ percakapan dalam naskah 
    drama.
    Contoh:
    Martini : (Masuk ke dalam ruangan dengan mata terbelalak dan napas tertahan) Maaf, saya sangat 
                  menyesal. Lampu itu terjatuh sendiri ketika saya senam pagi . . . .
                  (Kalimat tidak diteruskan. Kemudian, lari ke kamar dan menunggu suaminya masuk ke kamar)
    Suseno : (Mengikuti Martini dan duduk di sebelah Martini. Kemudian, berkata dengan penuh 
                  kepercayaan) Peristiwa ini tidak usah diributkan, bukan?
4. Mengubah latar cerita menjadi setting pada drama.
    Contoh:
    Setting : Menggambarkan sebuah rumah dalam suasana yang menegangkan. Ada ruang keluarga dan 
    ruang tidur. Di ruang keluarga terdapat sofa dan sebuah meja. Suseno dan anaknya duduk di sofa. 
    Suseno sedang membaca koran.
5. Menulis naskah drama
    Rangkaikan tokoh, setting, dan dialog yang telah kamu buat menjadi sebuah naskah drama. Agar tidak 
    membingungkan, buatlah terlebih dahulu kerangka cerita. Kerangka cerita tersebut berdasarkan tahapan  
    alur cerita.
    a. Tahap perkenalan adalah tahap atau bagian yang menceritakan atau membicarakan waktu, tempat 
        terjadinya cerita, dan tokoh dalam drama. Tahap perkenalan merupakan awal cerita drama.
    b. Tahap pertikaian adalah tahap mulai terjadinya pertikaian atau konflik antartokoh dalam drama.
    c. Tahap klimaks adalah tahap meruncing atau memuncaknya pertikaian atau perselisihan dalam drama 
        oleh para pelaku.
    d. Tahap peleraian adalah munculnya peristiwa atau kejadian yang memecahkan persoalan yang dihadapi 
        oleh para pelaku.
    e. Tahap penyelesaian adalah bagian yang memperlihatkan tokoh utama menyelesaikan persoalan. Tahap 
        penyelesaian dapat menyenangkan dapat pula menyedihkan. Jangan lupa berikan judul pada naskah 
       drama tersebut. Judul naskah dramamu dapat sama dengan judul cerita yang kamu ubah.

Artikel Terkait Bahasa Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar